Sabtu, 29 Juni 2013

Ditinggal

Jum'at 28 Juni 2013, kamu pergi lagi. Katanya mau lintas Gunung Lompobattang-Bawakaraeng dengan beberapa teman. Yah, kalau urusan mendaki sih saya tidak pernah melarang karena kita punya hobi yang sama. Tapi tetap saja, perasaan khawatir dan cemas selalu merayapi hati saya setiap kamu pergi, apalagi tanpa saya. Ditambah lagi beberapa hari sebelumnya ada beberapa pendaki yang sempat hilang pada saat mendaki Gunung Bawakaraeng. Alhamdulillah mereka telah ditemukan selamat.

Sabtu malam (27 Juni 2013), kamu datang membawa tas ransel berisi barang-barang penting yang akan kamu titipkan pada saya. Ternyata kamu lupa kalau scraft merahmu juga berada di dalam tas itu, padahal keesokannya kamu akan berangkat pagi. Jadi kamu bilang, besok pagi saya kamu akan datang mengambilnya. Saya senang karena itu artinya bisa melihat kamu sebelum pergi.

Pagi harinya (06.48 am), kamu menelpon bahwa Togel yang akan datang untuk mengambil scraft dan botol air aqua ukuran 1.5 liter koleksiku. Kamu juga bilang kalau balsem yang jadi barang wajib bawaan kamu setiap mendaki mendadak hilang. Sedikit kecewa karena bukan kamu sendiri yang datang mengambil barang-barang itu, tapi mau tak mau saya bangun untuk menyiapkan apa yang kamu minta. Setelah menaruh semuanya di dalam kantong plastik berwarna biru, saya menunggu kedatangan Togel. Untung dia datangnya lama, jadi saya sempat berpikir untuk mencarikan kamu balsem di kios-kios sekitar. Alhamdulillah saya mendapatkannya. Yah, walaupun merknya cap kaki tiga, bukan geliga yang biasa kamu pakai tapi lumayankan yah. Tak lama kemudian Togel datang bersama William. Saya cuma berpesan hati-hati kepada mereka dan akhirnya mereka pulang.


28 Juni 2013, pkl 08.34 am : "doakan sayang", itu sms dari kamu yang artinya kamu sudah akan berangkat. Saya hanya membalas "Okay. Hati-hati yah". Kamu membalas "Siap".

Pukul 01.50 pm: "dimana maki?", tanyaku. "Sudah berada di ketinggian 1000mdpl, Desa Lembang Bu'ne", jawabmu.

Pukul 02.36 pm: "Waktunya jalan. Doakan", katamu. "Okay", jawabku.

Pukul 04.50 pm: :"Pos 1 Lompobattang", katamu. Tapi karena ketiduran, saya tidak membalas sms darimu.

Pukul 08.14 pm saya mencoba mengirim sms tapi tidak terkirim. Itu artinya kamu berada di luar jangkauan.

Hari ini, pukul 10.24 am, sms itu terkirim. Tak lama kemudian kamu membalas "Menuju pos 9. Dari pos 2". Saya hanya membalas "aman?" Kamu jawab "aman". Yah, saya hanya butuh jawaban aman, karena saya percaya kamu, kamu pasti akan baik-baik saya.

Maaf, yang bisa saya lakukan cuma memberikan kamu sekantong kue kering kiriman dari orang tuaku di Papua, meminjamkan kamu tas ransel orange kesayanganku, 8 buah botol air mineral ukuran 1.5 liter koleksiku dan sebuah balsem ukuran kecil. Tidak banyak, tapi saya berharap semua itu dapat membantu kenyamanan perjalanan Anda.

Be careful Bongganong. Saya menunggu kedatangan Anda untuk mendengar cerita perjalanan Anda.

Kamis, 27 Juni 2013

New Hobby

Saya punya hobi baru yaitu membaca novel. N O V E L, yah novel. Benda yang dulunya hanya tertumpuk di rak buku kamar saya tanpa pernah saya buka untuk dibaca. 

Kakak kedua saya adalah penggemar novel, jadi di kamar kami terdapat cukup banyak novel. Karena saya tidak suka baca novel, jadi yang saya lakukan adalah meminjamkan novel-novel tersebut kepada teman-teman kuliah saya yang suka membaca novel. 

Sampai pada satu tahun yang lalu, pada saat saya sedang melakukan Kerja Praktek di Jakarta bersama sahabat saya Yanti yang notabenenya adalah penggemar novel. Waktu itu saya ingat, kami sedang jalan-jalan ke Blok M. Di sana, kami mampir ke salah satu toko buku dan Yanti of course membeli beberapa novel dan komik yang cukup...Tebal. Wajahnya sangat berseri-seri karena bisa membeli  banyak novel dengan harga murah, malah dia bertekad akan menyediakan budget tiap bulan untuk membeli benda itu. Saya jadi bergumam dalam hati, "memang kopermu muat"???

Sabtu dan Minggu kami libur, jadi biasanya kami hanya berleha-leha di kamar kos. Tidur, main game, nonton atau belajar. Tapi ada satu kegiatan lagi yang bertambah, yaitu membaca novel. Yanti bertanya, "kenapa saya tidak suka membaca novel?". Saya bilang "saya tidak suka membaca buku dengan tulisan panjang dan tak bergambar, kecuali buku pelajaran". Tapi hari itu saya merasa sangat bosan sehingga memetuskan untuk membaca novel.  

Begitulah awal mulanya sampai akhirnya setelah saya kembali ke Makassar, di waktu senggang saya membaca novel-novel kakak saya. Kebiasaan itu terus berlangsung hingga sekarang. Malah terkadang kalau kehabisan novel, saya sampai browsing internet untuk mendownload novel.

Ala bisa karena biasa, benar bukan...???

Tiba masanya

Hari itu di tahun 2008, saya membeli kamu di salah satu toko. Celana training hitam bermerk The North Face, itulah kamu. Sejak saat itu, kamu selalu jadi celana prioritas utama yang akan saya pakai di saat yang dibutuhkan.

Menemani di beberapa kegiatan...
3x ke Lembah Ramma, aku memakaimu...
2,5x kali ke Gunung Bawakaraeng, aku memakaimu...
1x ke ke Gunung Bulusaraung, aku memakaimu...

Tapi beberapa saat yang lalu, tiba-tiba kamu robek. Kaget, saya memeriksa bagian yang robek itu dan ternyata saya baru sadar, kulitmu sudah kusam dan terlihat...TUA. Yah, kamu sudah terlihat rapuh...

Seperti halnya saya dan makhluk-makhluk lainnya, eksistensi kita tentu punya masa. Dan saya rasa, sampai sinilah masamu. 

Terima kasih telah membuat saya nyaman setiap memakaimu. Saya akan selalu mengingatmu, sungguh...

Rabu, 26 Juni 2013

Sesal

Hari ini saya merasa kesal. Kesal pada diri sendiri yang tidak mampu berpikir dan memutuskan secara dewasa. "Come on Fira, wake up!!!  You are 23 years old woman, aren't you? And this is not a difficult thing to do", gumamku pada diri sendiri...

Yah itu memang benar. Yang saya lakukan hanya harus datang di sebuah tempat. Tapi tiba-tiba perasaan itu muncul. Apakah saya siap untuk hadir di tempat itu? Apakah saya siap bertemu orang-orang itu? Beberapa di antaranya pasti tidak peduli dengan keberadaanku. Tapi beberapa di antaranya pasti sudah siap dengan segudang pertanyaan, kemana saja diriku selama ini, apa saja yang aku lakukan, kenapa tidak pernah membalas pesanku, kenapa tidak pernah menangkat teleponku? 

Tentu saja saya punya jawaban untuk semua pertanyaan itu. Tapi sayangnya, saya dikalahkan dengan perasaan itu. Perasaan bersalah atas sikapku. Selama ini saya hanya bersembunyi di kamar oranjeku, melakukan apa yang ingin saya lakukan, sendiri, dengan duniaku, mengabaikan mereka yang sebenarnya peduli kepadaku. Jujur saya memang menghindar, saya tahu kalian akan bertanya tentang sesuatu yang tak kunjung ada progresnya, tapi justru itu yang membuatku ingin menghindar dari kalian. Bukannya tak suka, saya hanya ingin kalian tahu bahwa aku pasti akan menyelesaikannya. Biarlah itu menjadi sesuatu yang akan saya pikirkan sendiri.

Sangat kekanakan, menolak ajakan teman yang ingin menjemputku untuk membawaku ke tempat itu. Dia pasti tahu alasan penolakanku. Akhirnya dia mengatakan akan meminta teman lain untuk menjemputku, tapi saya tetap menolak. Dia akhirnya berkata, "tidak seru".

Maaf teman-teman, saya hanya merasa tak enak hati. Setelah menghilang dan menghindar, tiba-tiba saya muncul di tempat itu. So, I decide not to come there...

Saya memang bodoh, perkara seperti itu saja tak mampu aku selesaikan. Fool me...!!! Dan kini, tinggallah rasa marah dan kesal untuk diriku sendiri. Marah dan kesal karena saya dikalahkan oleh hatiku. 

Rasa, hari ini kamu berhasil mengalahkan logikaku... Yah, kamu menang...!!!